Sejarah Hajar Aswad, Keutamaan Batu Hitam dari Surga

Kategori : Umrah, Features, Ditulis pada : 01 Maret 2023, 07:00:38

Mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji serta umrah, tak lengkap rasanya jika tak melihat Hajar Aswad. Ya, batu hitam yang disebut berasal dari surga ini tentu menarik perhatian umat muslim karena memiliki banyak keistimewaannya. Tak puas hanya menyentuh, bahkan jamaah berusaha untuk bisa mencium Hajar Aswad ini. Apa sih, keistimewaan dari batu ini dibanding dengan batu-batu lainnya?

40.jpg

Photo by Rostyslav Savchyn on Unsplash

Berikut ini sejarah dan keistimewaan Hajar Aswad yang wajib Anda ketahui, sehingga Anda bisa memahami mengapa umat muslim berlomba untuk bisa mencium Hajar Aswad saat menunaikan ibadah haji dan umrah di tanah suci.

Sejarah Hajar Aswad, Batu Hitam yang Asalnya dari Surga

Hajar Aswad bukanlah batu kebanyakan, yang umum kita jumpai di sekitar. Hal ini dikarenakan batu hitam ini bukan asli dari bumi ataupun luar angkasa, akan tetapi diyakini sebagai batu yang berasal dari surga. Seperti sabda Rasulullah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad dan Tirmidzi, “Hajar Aswad adalah batu yang asalnya dari surga.”

Belum diketahui secara pasti bagaimana Hajar Aswad ini bisa sampai di bumi, apakah turun bersama dengan turunnya Nabi Adam AS, ataukah malaikat yang membawanya dari surga atas perintah Allah ketika masa Nabi Ibrahim. Mengenai Hajar Aswad yang berasal dari surga ini, diyakinkan dengan beberapa fakta penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan yang menyatakan bahwa Hajar Aswad memiliki struktur dan karakteristik yang tak sama dengan batuan yang berasal dari bumi maupun luar angkasa.

Disebut Hajar Aswad sebab batu ini berwarna hitam, nama tersebut diambil dari kata dalam bahasa Arab yaitu ‘Hajar’ yang berarti batu dan ‘Aswad’ yang artinya hitam. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa awalnya hajar aswad berwarna putih, lebih putih dari susu. Kemudian warnanya berubah jadi hitam sebab perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia. Hal ini dipertegas dalam sebuah hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW telah bersabda, ”Hajar Aswad itu asalnya dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dosa-dosa anak Adam lah yang membuat warnanya menjadi hitam.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Al Baihaqi)41.jpg

Photo by Haydan As-soendawy from Pexels

Tetapi, nantinya Hajar Aswad ini akan berubah warna menjadi seperti aslinya. Karena segala sesuatu yang asalnya dari surga akan kembali ke surga sebelum hari akhir. Ada pula yang menyebut, Hajar Aswad itu terang dan berkilau bahkan manusia tidak bisa melihatnya saking terangnya jika saja Allah tak memadamkan kilaunya.

Cerita Peletakan Hajar Aswad pada Zaman Rasulullah

Awalnya, Hajar Aswad ditemukan oleh Nabi Ismail kemudian oleh Nabi Adam diletakkan di atas pondasi Ka’bah. Ada sejarah yang menyebutkan bahwa Hajar Aswad ini diantar langsung oleh Malaikat Jibril dari surga pada Nabi Ismail, kemudian ia berikan kepada ayahnya yaitu Nabi Ibrahim.

Sebelum ditaruh di salah satu sisi Ka’bah, Nabi Ibrahim membawa batu hitam tersebut berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali sembari menciuminya. Itulah awal Hajar Aswad ditaruh dekat dengan Ka’bah dan terus dijaga. Namun, Hajar Aswad sempat berpindah tempat dikarenakan banjir bandang yang melanda Kota Makkah.

Waktu itu, Kaum Quraisy bertengkar hebat dan saling berselisih pendapat tentang siapa yang akan meletakkan kembali Hajar Aswad ke dekat Ka’bah. Maka, ada usulan bahwa mereka akan bertanya kepada orang yang terkenal paling jujur yaitu Muhammad bin Abdullah.

Kemudian, dengan bijak beliau berkata, “Ambilkan aku sepotong kain,” lalu dibawakan lah selembar kain putih yang dibentangkan dan beliau menaruh Hajar Aswad di atasnya. Lalu, beliau berkata, “Hendaknya setiap kabilah memegang sisi-sisi kain tersebut, dan mengantarkannya ke dekat Ka’bah.” Maka, selesai sudah masalah tersebut dengan damai atas kebijaksanaan Nabi Muhammad yang waktu itu masih berusia 30 tahun. 

Keutamaan Hajar Aswad

Hajar Aswad bukanlah batu biasa, akan tetapi batu yang sangat istimewa bagi umat muslim. Ada beberapa keutamaan yang pastinya akan membuat Anda semakin ingin menyentuh dan menciumnya langsung di tanah suci. Apa saja keistimewaan dari Hajar Aswad ini?

Batu yang asalnya dari surga

Seperti penjelasan di atas, Hajar Aswad adalah batu yang berasal dari surga. Diturunkan oleh Allah SWT sebagai bukti nyata kebesaran Allah. Belum pernah ditemukan batu sejenis Hajar Aswad dalam sistem tata surya, jadi bukti bahwa batu hitam ini memang sangat istimewa.

Berada di Masjidil Haram, di sisi Ka’bah

Keutamaan berikutnya adalah Hajar Aswad berada di dekat bangunan Ka’bah, lebih tepatnya di sisi sebelah tenggara Ka’bah. Pastinya, Anda hanya dapat menjumpai Hajar Aswad ketika menjalankan ibadah di Masjidil Haram, atau sewaktu mengerjakan ibadah haji dan umrah. Tentunya, ini akan semakin memberikan semangat Anda untuk segera pergi haji maupun umrah bukan?

Menjadi titik permulaan dari rukun thawaf

Hajar Aswad juga menjadi titik permulaan dari pelaksanaan salah satu rukun haji dan umrah yakni thawaf. Thawaf yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali bermula dari Hajar Aswad di akhiri di Maqam Ibrahim. Sehingga, Hajar Aswad cukup penting keberadaannya.

Mengusap serta) menciumnya merupakan sunnah Rasul

Hukum dari mengusap serta mencium Hajar Aswad adalah sunnah. Disebutkan bahwa Umar bin Khattab pernah menyaksikan Rasulullah mengusap dan mencium Hajar Aswad, seperti yang tertuang dalam hadits riwayat Bukhari:

“Sungguh, aku tahu bahwa engkau (Hajar Aswad)) hanya sebuah batu, yang tak memberikan manfaat maupun keburukan bagiku. Jika saja aku tidak melihat Rasulullah SAW pernah menciummu (Hajar Aswad), maka akupun enggan untuk melakukannya.”

Hal ini menunjukkan bahwa tujuan menyentuh dan mencium Hajar Aswad adalah semata-mata untuk mengikuti sunnah Rasullah semata. Dan menyangkal bahwa tujuannya untuk menyembah batu.

Jadi saksi di Yaumul Akhir bagi siapa saja yang mengusap dan menciumnya

42.jpg

Photo by Giorgio Parravicini on Unsplash

Tidak heran apabila para jamaah haji dan umrah yang tengah menunaikan ibadah ingin menyentuh dan mencium Hajar Aswad secara langsung. Sebab kelak di Hari Kiamat, Allah akan menghadirkan batu ini menjadi saksi untuk siapa saja yang mengusap dan menciumnya. Sesuai dengan hadits riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Allah, Allah kelak membangkitkan batu ini (Hajar Aswad) di hari akhir dengan mata serta mulut yang bisa berbicara. Sebagai saksi untuk siapa saja yang mengusap dan menciumnya dengan cara yang benar ketika di dunia.”

Itulah sejarah dan keutamaan Hajar Aswad yang perlu Anda ketahui. Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk beribadah ke Baitullah agar bisa menjadi salah satu orang yang berkesempatan untuk menyentuh dan mencium Hajar Aswad, ya!

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id