Tips Agar Tidak Bingung Ketika Tersesat di Masjidil Haram

Kategori : Umrah, Haji, Tips, Ditulis pada : 29 Maret 2023, 09:58:03

Hal yang tak jarang dialami oleh jamaah saat di tanah suci, tepatnya di Masjidil Haram biasanya adalah tersesat atau terpisah dari rombongan. Kejadian ini disebabkan ada banyak pintu masuk Masjidil Haram yang membuat Anda tidak mengerti ketika keluar masuk masjid lewat pintu yang mana. Membludaknya jumlah jamaah yang ada di Masjidil Haram saat musim haji dan umrah juga menjadi penyebab.

Nah, ada enam tips yang dapat Anda terapkan agar tak tersesat ketika berada di Masjidil Haram. Perlu Anda ingat, pertama Anda tak perlu bingung agar dapat berfikir jernih untuk menemukan rombongan Anda kembali. Berbagai persiapan perlu Anda siapkan agar dapat mengatasi kejadian ini.

11.jpg

Photo by Ömer F. Arslan on Unsplash

Berikut ini tips lengkap supaya Anda tak tersesat waktu berada di Masjidil Haram. Simak hingga tuntas ya!

Ingat Pintu Masuk

Hal pertama yang wajib Anda perhatikan adalah mengingat pintu masuk yang Anda masuki saat berada di Masjidil Haram. Mengapa? Karena di Masjidil Haram, pintu masuk bisa diakses pula sebagai pintu keluar.

Namun seringkali jamaah tidak paham dan tersesat karena tidak mengetahui harus lewat pintu mana.

Perlu diketahui, ada 4 pintu utama Masjidil Haram yang dapat dilalui yakni: pintu King Abdullah, pintu King Abdul Aziz, pintu Fateh Gate, dan pintu King Fahd Gate.

Ada sekitar 45 pintu biasa, namun secara keseluruah total akses menuju area Ka’bah bisa mencapai 120 akses.

sebagian besar pintu masuk di Masjidil Haram bentuknya sama. Dan terus ada kenaikan jumlahnya seiring perluasan Masjidil Haram. Jadi, bila Anda tak ingin kesasar, sebaiknya berusaha untuk menghafalkan bahkan mencatat nomor dan nama pintu ketika masuk.

Amati Posisi Zam-Zam Tower

Zam-zam Tower adalah bangunan yang cukup menonjol di Masjidil Haram. Bentuknya berupa bangunan yang menjulang dengan tinggi 601 meter, dengan jam besar berwarna hijau pada bagian menaranya. Cobalah mendongak ke atas agar mengetahui letak Zam-zam Tower untuk menentukan memilih masuk atau keluar pintu sebelah mana.

12.jpg

Image by GLady from Pixabay

Menara yang aslinya bernama Abraj Al Bait ini terletak tepat di depan pintu King Abdul Aziz. Sehingga, Zam-zam Tower bisa menjadi patokan bagi Anda ketika tersesat di Masjidil Haram. Anda dapat memilih pintu King Abdul Aziz sebagai pintu masuk sekaligus akses keluar supaya tidak tersesat.

Minta Bantuan Kepada Petugas

Terpisah dari rombongan tentunya membuat Anda menjadi bingung dan tak tahu harus tanya pada siapa. Nah, kabar baiknya, ada petugas yang stand by 24 jam di Masjidil Haram selama musim haji yaitu Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Anda dapat meminta bantuan pada petugas tersebut jika Anda tersesat.

Petugas tersebut berjaga di 4 titik di area Masjidil Haram sehingga bisa dengan mudah ditemukan. Keempat titik tersebut adalah zona thawaf, area di antara zona thawaf dan sa’i, area berakhirnya sa’i yaitu bukit Marwah dan terakhir di sekitar pintu King Abdul Aziz dekat Zam-zam Tower.

Petugas ini dapat menghubungkan Anda dengan ketua rombongan, bahkan akan membantu mengantarkan Anda hingga ke penginapan. Jadi Anda perlu membawa identitas diri dan nomor kontak ketua atau anggota rombongan Anda untuk mempermudah pencarian.

Pergi Secara Berombongan

Masjidil Haram area yang amat luas dibandingkan dengan masjid lainnya. Anda bisa saja pergi sendiri ke Masjidil Haram, akan tetapi saat Anda mengalami hal yang tidak terduga seperti tersesat, lebih aman jika Anda masih dengan rombongan walaupun hanya beberapa orang.

Di sisi lain, dengan adanya kawan yang satu rombongan, Anda dapat berdiskusi untuk menentukan langkah yang harus diambil ketika tersesat. Secara psikologis, Anda juga tak akan mudah bingung, dibandingkan ketika tersesat sendirian.

Menentukan Titik Kumpul

Membuat kesepakatan titik kumpul ini biasa dilakukan oleh ketua rombongan. Anda dapat mencatat di mana lokasi yang disepakati untuk bertemu saat keluar dari Masjidil Haram bersama-sama. Penentuan lokasi sebaiknya memilih tempat yang mudah ditemukan, misalnya di dekat lampu hijau tempat dimulai dan berakhirnya thawaf atau bisa juga di sekitar pintu King Abdul Aziz.

Membawa Alas Kaki

Karena takut ketinggalan kawan satu rombongan, hal yang sering dilupakan para jamaah adalah keluar dari Masjidil Haram tanpa memakai alas kaki. Hal ini bisa berbahaya, karena kaki bisa kepanasan.

Jadi, usahakan untuk selalu menyiapkan sandal dalam kantong sandal yang dapat ditenteng kemanapun agar tidak bingung mencari alas kaki. Juga menghindari dari resiko tertinggal dari rombongan yang membuat Anda tersesat.

sandals-342672_1280.jpg

Image by Leonardo Valente from Pixabay

Nah, itu tadi beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar tidak tersesat ketika di Masjidil Haram. Selain itu, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan untuk mengantisipasi saat Anda benar-benar mengalami hal ini. Antara lain

  • Mencatat nomor kontak pemandu rombongan yang bisa dihubungi. Agar bisa Anda perlihatkan kepada petugas untuk menemukan kembali rombongan Anda.
  • Biasakan selalu membawa kartu identitas diri Anda yang lengkap di tas kecil. Hal ini mempermudah Anda menunjukkan ke petugas yang menolong Anda ketika tersesat agar menemukan kembali rombongan Anda.
  • Terakhir, catat nama hotel tempat Anda menginap saat di Tanah suci. Anda bisa saja tidak ingkat jika hanya mengingat nama hotel yang Anda tempati. Berbeda ketika Anda menulisnya secara khusus di buku. Sehingga setidaknya Anda dapat bertanya agar bisa kembali ke hotel saat tersesat.

Itulah tips lengkap agar Anda tak tersesat di Masjidil Haram. Pastinya, kita tak mengharap akan mengalami hal tersebut. Tetapi, setidaknya Anda bisa mengantisipasi dan siap menghadapi hal seperti ini. Semoga ibadah haji dan umrah Anda berjalan dengan lancar.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id